Kumpulan Berita
Daftar negara ASEAN yang alami kenaikan harga BBM imbas konflik Timur Tengah. Lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) terjadi di berbagai negara Asia Tenggara (ASEAN) imbas perang Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan, harga bahan bakar minyak (BBM) tidak akan naik hingga akhir tahun.
Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) bersama aparat penegak hukum (APH) menyegel Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa stok bahan bakar minyak (BBM) nasional dalam kondisi aman. Ia memastikan cadangan BBM saat ini cukup untuk sekitar 23 hari sehingga masyarakat tidak perlu melakukan panic buying.
Pemerintah belum berencana menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dalam waktu dekat. Penegasan ini menyusul lonjakan harga minyak mentah global akibat ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan harga BBM subsidi seperti Pertalite tidak akan naik meski saat ini harga minyak dunia sudah tembus USD100 per barel. Harga minyak melebihi asumsi makro di APBN yang dipatok USD70 per barel.
Badan Perlindungan Konsumen Nasional Republik Indonesia (BPKN) mengimbau masyarakat untuk tidak panic buying bahan bakar minyak (BBM) akibat isu potensi gangguan pasokan energi akibat konflik antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran.
Kebijakan tersebut menyusul kenaikan harga energi global akibat eskalasi konflik di Timur Tengah