Kumpulan Berita
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan penyusunan draf Peraturan OJK (POJK) dapat rampung dalam kurun waktu tiga bulan ke depan. Aturan baru tersebut, OJK akan membatasi porsi kepemilikan mayoritas pemilik baru demi mencegah terjadinya dominasi tunggal, mengingat peran vital bursa sebagai penyedia infrastruktur pasar yang wajib mengedepankan pelayanan publik daripada motif bisnis semata.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bergerak cepat meredam kepanikan pasar terkait rumor penurunan status pasar modal Indonesia dari kelompok pasar berkembang (emerging market) menjadi pasar perintisan (frontier market). Isu miring tersebut sempat mencuat pasca-rilis dokumen MSCI 2026 Market Classification Review oleh penyedia indeks global, Morgan Stanley and Capital International (MSCI), pada Rabu (24/6/2026).
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merespons kekhawatiran publik soal mengenai potensi penurunan kelas (downgrade) pasar modal Indonesia. OJK mengambil langkah cepat untuk mengantisipasi kemungkinan penyedia indeks global, Morgan Stanley and Capital International (MSCI), menggeser status bursa tanah air dari kelompok pasar berkembang (emerging market) ke pasar perintisan (frontier market).
Pasar modal Indonesia memitigasi ancaman kejahatan siber yang terus berkembang di tengah proyeksi kerugian global akibat serangan siber
BEI masih menunggu terbitnya aturan turunan sebagai dasar implementasi kebijakan tersebut.
Keputusan MSCI tersebut akan berfokus pada konsistensi pelaksanaan agenda transformasi bursa efek, sesuai dengan proposal yang telah diajukan sebelumnya.
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) telah merampungkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2025 yang diselenggarakan di Gedung Bursa Efek Indonesia, Senin (29/6/2026).
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) membukukan pertumbuhan kinerja keuangan yang signifikan sepanjang 2025, seiring meningkatnya aktivitas perdagangan di pasar modal. Perseroan mencatat laba bersih sebesar Rp1,073 triliun atau melonjak 59,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp673 miliar.