Kumpulan Berita
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 34,23 poin atau 0,55 persen ke level 6.220 pada sesi terakhir perdagangan Rabu (17/6/2026).
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 2,34 persen atau naik 134,58 poin ke level 5.881 pada perdagangan sesi I Rabu (10/6/2026).
PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) membukukan pendapatan usaha Rp347 miliar pada kuartal I 2026. Jumlah ini mengalami koreksi sekitar 2,3 persen dibandingkan kuartal I 2025 sebesar Rp355 miliar.
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mendorong perusahaan tercatat untuk meningkatkan porsi kepemilikan saham publik atau free float minimal 15 persen.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup terkoreksi 2,87 persen ke level 5.434 pada penutupan perdagangan siang ini, Senin (8/6/2026).
Pasar keuangan domestik langsung disambut sentimen negatif pada pembukaan perdagangan awal pekan, Senin (8/6/2026). Nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau langsung terkapar, tertekan hebat hingga menembus level psikologis baru di atas Rp18.100 per dolar Amerika Serikat (AS) dan mencetak rekor terendah dalam sejarah.
Pasar saham domestik diproyeksikan masih menghadapi jalan terjal pada pekan perdagangan 8-12 Juni 2026. Setelah turun dan mencatatkan koreksi tajam sebesar -8,69 persen pada pekan sebelumnya (2-5 Juni), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih minim sentimen pendorong dan dibayangi oleh tren penurunan (bearish) yang cukup kuat.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali anjlok lebih dari 4 persen pada perdagangan Kamis 4 Juni 2026. IHSG anjlok 4,21 persen ke 5.693,48. Bahkan, IHSG menyentuh level terendah ke 5.644.