Kumpulan Berita
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama seluruh jajaran Self-Regulatory Organization (SRO) mengumumkan komitmen besar untuk melakukan reformasi struktural yang ambisius di pasar modal nasional. Langkah ini diambil guna memenuhi ekspektasi investor global serta meningkatkan kredibilitas dan daya tarik investasi (investability) Indonesia di mata penyedia indeks internasional seperti MSCI.
Danantara Indonesia membuka peluang untuk masuk sebagai pemegang saham Bursa Efek Indonesia (BEI) seiring dengan rencana demutualisasi bursa. Namun hingga saat ini, besaran modal dan porsi kepemilikan yang akan diambil Danantara masih belum ditetapkan.
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) melalui lini Investment Management-nya menegaskan peran aktifnya sebagai pemain besar di pasar modal Indonesia.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebutkan adanya hambatan psikologis yang membuat perusahaan asuransi dan dana pensiun (Dapen) ragu untuk memperbesar porsi investasi mereka di pasar saham. Purbaya mensinyalir adanya ketakutan terhadap "perintah tidak tertulis" yang selama ini membayangi kebijakan investasi institusi-institusi besar tersebut.
Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani memastikan modal investasi di pasar saham sedang dicanangkan.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meminta para investor untuk tetap tenang menanggapi anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Hal ini yang memicu penghentian perdagangan sementara (trading halt) selama dua hari berturut-turut.
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama jajaran Self-Regulatory Organization (SRO) lainnya, didukung penuh oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merespons soal langkah strategis terkait pengumuman indeks global MSCI Inc.
Pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 17-21 November 2025 alami tekanan.