Kumpulan Berita
Dirut Perum BULOG Letnan Jenderal TNI (Purn.) Ahmad Rizal Ramdhani, torehkan babak penting perjalanan panjang perusahaan pangan negara.
Stok beras Bulog turun menjadi 4,722 juta ton dari sebelumnya mencapai 5,4 juta ton. Direktur Utama Bulog, Rizal, mengungkap penurunan stok tersebut disebabkan tingginya penyaluran beras untuk bantuan pangan dan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Perum Bulog menyiagakan pasokan beras sebanyak 93.782 ton untuk mendukung penanganan kondisi tanggap darurat bencana alam di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Akumulasi volume tersebut bersumber dari ketersediaan cadangan beras di wilayah NTT serta dukungan mobilisasi antardaerah dari sejumlah kantor wilayah Bulog terdekat.
Perum Bulog membukukan realisasi pengadaan setara beras dari hasil panen petani dalam negeri sebanyak 3,5 juta ton hingga 24 Juli 2026.
Perum Bulog menyerap 3,4 juta ton setara beras dari produksi dalam negeri hingga 14 Juli 2026. Angka ini sekitar 85 persen dari target nasional sebesar 4 juta ton.
Bulog masih akan melakukan pembahasan internal bersama direktur pemasaran dan Kementerian Pertanian sebelum menentukan harga final ekspor beras
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan stok cadangan beras pemerintah (CBP) dalam kondisi aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional hingga Maret 2027 meskipun terdapat ancaman fenomena El Nino yang diperkirakan berlangsung selama enam bulan.
Perum Bulog pun sedang menyiapkan proposal untuk pemberian tunjangan tersebut, di tengah stok beras pemerintah yang saat ini melimpah