Kumpulan Berita
Stok beras Bulog turun menjadi 4,722 juta ton dari sebelumnya mencapai 5,4 juta ton. Direktur Utama Bulog, Rizal, mengungkap penurunan stok tersebut disebabkan tingginya penyaluran beras untuk bantuan pangan dan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Perum Bulog menyiagakan pasokan beras sebanyak 93.782 ton untuk mendukung penanganan kondisi tanggap darurat bencana alam di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Akumulasi volume tersebut bersumber dari ketersediaan cadangan beras di wilayah NTT serta dukungan mobilisasi antardaerah dari sejumlah kantor wilayah Bulog terdekat.
Perum Bulog optimistis target pengadaan 4 juta ton setara beras dari hasil panen dalam negeri akan segera tercapai seiring realisasi pengadaan yang telah menyentuh 3,5 juta ton atau sekitar 87 persen dari target nasional hingga 24 Juli 2026.
Perum Bulog menyerap 3,4 juta ton setara beras dari produksi dalam negeri hingga 14 Juli 2026. Angka ini sekitar 85 persen dari target nasional sebesar 4 juta ton.
Bulog masih akan melakukan pembahasan internal bersama direktur pemasaran dan Kementerian Pertanian sebelum menentukan harga final ekspor beras
Rencana penyaluran bantuan beras dalam bentuk natura bagi aparatur sipil negara (ASN), TNI, dan Polri masih dalam tahap pembahasan bersama pemerintah.
Perum Bulog pun sedang menyiapkan proposal untuk pemberian tunjangan tersebut, di tengah stok beras pemerintah yang saat ini melimpah
Perum Bulog memastikan stok beras pemerintah dalam kondisi aman untuk menghadapi fenomena El Nino yang diperkirakan masih berlangsung hingga Oktober 2026. Saat ini, cadangan beras pemerintah yang dikelola Bulog telah mencapai 5,3 juta ton.