Kumpulan Berita
Pemerintah menyalurkan bantuan pangan beras gratis kepada 33,4 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. Total beras yang disiapkan untuk program tersebut mencapai sekitar 997,2 ribu ton.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) terus mengusut peredaran beras fortifikasi yang diduga bermasalah. Hingga pekan pertama Agustus 2026, Bapanas telah mengumpulkan lebih dari 100 sampel beras fortifikasi yang berasal dari delapan produsen terdaftar dalam Sistem Informasi Pangan Segar Asal Tumbuhan (SIPSAT).
Bulog kembali menyerap gabah petani dalam negeri yang jika dikonversikan setara beras mencapai 3,67 juta ton, termasuk beras komersial.
Pemerintah mulai menyalurkan bantuan pangan untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026.
Produksi beras Indonesia diproyeksikan meningkat menjadi 38,6 juta ton pada musim 2026/2027.
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menegaskan akan menyikat habis mafia beras fortifikasi dalam satu hingga dua pekan ke depan. Langkah tersebut menyusul temuan penyimpangan dalam peredaran beras fortifikasi.
Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) resmi menugaskan Perum Bulog untuk menyalurkan Cadangan Pangan Pemerintah
Kementerian Pertanian bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas), Satgas Pangan Polri, pemerintah daerah, serta aparat penegak hukum memperluas pengawasan terhadap dugaan penyimpangan dalam peredaran beras fortifikasi di berbagai daerah.