Kumpulan Berita
Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pemerintah tidak akan lagi membiarkan anggaran belanja negara mengendap di Bank Indonesia (BI) maupun rekening pemerintah.
Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 mencapai 5,1 persen. Gubernur BI, Perry Warjiyo, menekankan pentingnya sinergi kebijakan moneter dan fiskal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang stabil.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo buka suara soal kebijakan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menempatkan dana Rp200 triliun kepada lima bank.
Bank Indonesia (BI) mencatat penurunan Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia menjadi USD 432,5 miliar pada Juli 2025. Perlambatan pertumbuhan ULN sektor publik dan penguatan dolar AS menjadi faktor utama. Pemerintah berkomitmen mengelola ULN secara hati-hati untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.
Masyarakat kembali dihebohkan dengan narasi uang Rupiah baru 2025. Bahkan, banyak beredar gambar desain uang Rupiah dengan desain baru.
Pemerintah kucurkan Rp200 triliun ke 6 bank, termasuk Himbara, untuk mengatasi kekeringan likuiditas dan memacu pertumbuhan ekonomi. Langkah ini diharapkan meningkatkan penyaluran kredit dan investasi.
Bank Indonesia (BI) dan People's Bank of China (PBoC) terus memperkuat komitmen penggunaan mata uang lokal (Local Currency Transaction/LCT)
Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, Presiden Prabowo Subianto menyetujui rencananya menarik dana mengendap di Bank Indonesia (BI) sebesar Rp200 triliun.