Kumpulan Berita
Pemerintah Indonesia mencapai kesepakatan dengan Toyota Motor Asia untuk mulai menggarap pabrik bioetanol di Provinsi Lampung paling lambat pada akhir 2026.
Pemerintah membuka opsi impor etanol sebagai solusi sementara, termasuk dari Amerika Serikat, hingga produksi nasional mampu menutup kebutuhan dalam negeri.
Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara resmi melakukan groundbreaking proyek hilirisasi untuk pembangunan pabrik bioetanol.
PT Energi Agro Nusantara memproduksi bioetanol berbahan baku molases (tetes tebu) dengan spesifikasi fuel grade ethanol (FGE) sempurna alias 99,9 persen.
Rencana Toyota mengembangkan ekosistem bioetanol di Indonesia mendapat tanggapan positif.
Pertamina Patra Niaga melaporkan perkembangan BBM Pertamax Green 95 yang memiliki kandungan etanol.
Target swasembada energi yang dicanangkan Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka didukung penuh.
Pemerintah diharapkan serius mendorong pengembangan bioetanol sebagai bahan bakar nabati (BBN). Terlebih, bioetanol sudah ditetapkan.