Kumpulan Berita
Industri kripto di Indonesia telah berkembang dari sekadar eksperimen teknologi menjadi bagian dari ekosistem keuangan digital.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah pengguna aset kripto di Indonesia mencapai 21,37 juta per Maret 2026, tumbuh 1,43% secara bulanan.
Bitcoin (BTC) kembali menguat dan menembus level USD80.000 atau setara Rp1,39 miliar (kurs Rp17.440 per USD) pada Selasa (5/5), sekaligus mencatatkan posisi tertinggi.
Strategi investasi kripto terjadi pergeseran. Investor tidak lagi sekadar mengejar setiap peluang jangka pendek, tetapi mulai mencari cara untuk menjaga pertumbuhan aset secara lebih stabil dan terukur.
Harga Bitcoin (BTC) kembali menguat mendekati level USD79.500 atau setara Rp1,37 miliar (kurs Rp17.286 per USD) pada Rabu 22 April 2026.
Industri kripto di Indonesia makin berkembang dan kuat. Bahkan, Bali memiliki posisi strategis sebagai salah satu hub global.
Akses investor ke aset gobal berbasis blockchain diperluas dengan adanya tujuh aset tokenized stocks. Hal ini sebagai sebagai bagian dari upaya memperluas akses investor Indonesia.
Harga Bitcoin meroket 6% hingga mendekati level USD75.000 pada Senin (13/4), menyusul fenomena short squeeze masif yang dipicu oleh blokade Selat Hormuz oleh Amerika Serikat.