Kumpulan Berita
Industri aset digital Indonesia memasuki fase perkembangan yang semakin matang. Industri kini bergerak menuju babak baru yang ditandai oleh meningkatnya partisipasi institusi,
Bitcoin kembali melemah. Bitcoin bergerak ke kisaran USD64.000 setelah pasar merespons hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) terbaru.
Sentimen pasar global kembali membaik setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran mencapai kesepakatan awal untuk mengakhiri konflik serta membuka kembali Selat Hormuz.
Industri kripto Indonesia berkomitmen untuk memperkuat sistem kepatuhan, manajemen risiko, dan perlindungan pengguna di tengah pertumbuhan industri yang semakin pesat dan terhubung dengan ekosistem global.
Industri aset digital mendorong peningkatan ekosistem hospitality bandara lewat kolaborasi IAS Hospitality dengan Indodax.
Ancaman siber kini semakin banyak menyasar manusia dibanding sistem teknologi. Data dari Tiger Research menunjukkan bahwa social engineering menjadi penyebab 74,7% total kerugian akibat kejahatan siber.
Industri kripto di Indonesia telah berkembang dari sekadar eksperimen teknologi menjadi bagian dari ekosistem keuangan digital.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah pengguna aset kripto di Indonesia mencapai 21,37 juta per Maret 2026, tumbuh 1,43% secara bulanan.