Kumpulan Berita
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), memprediksi sebaran polutan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia masih berlanjut, hingga Rabu (9/9/2026).
Sekretaris Utama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Guswanto, menyatakan pihaknya siap melaksanakan keinginan Presiden Prabowo Subianto yang ingin menggabungkan BMKG dengan Badan Geologi. Hal itu ditujukan untuk meningkatkan dan mendukung upaya mitigasi ancaman bencana.
Aktivitas gempa bumi susulan di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus dipantau Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Hingga Selasa (8/9/2026) pukul 11.00 WIB, tercatat sebanyak 13.591 aktivitas gempa bumi susulan pascagempa utama M7,7 pada 15 Agustus 2026.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 5,2 mengguncang wilayah 60 kilometer timur laut Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (8/9/2026) siang. Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 11.40.29 WIB.
Presiden Prabowo Subianto mempertimbangkan integrasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dengan Badan Geologi untuk memperkuat pemantauan potensi bencana di Indonesia. Langkah tersebut menjadi perhatian pemerintah mengingat Indonesia berada di kawasan cincin api Pasifik atau Ring of Fire.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca di sejumlah wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) pada Selasa (8/9/2026) didominasi cuaca cerah hingga cerah berawan. Namun, beberapa wilayah diperkirakan hujan ringan.
Cuaca di sejumlah wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) diprakirakan didominasi kondisi cerah dan cerah berawan pada Senin (7/9/2026).
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengintensifkan pemantauan 24 jam terhadap perkembangan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) dan dampaknya terhadap atmosfer, penerbangan, serta kondisi laut di sekitar Selat Sunda. Berdasarkan analisis citra satelit pada Minggu (6/9/2026) pukul 08.00 WIB, BMKG mengidentifikasi dua klaster sebaran abu vulkanik yang melingkupi wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, hingga Bengkulu.