Kumpulan Berita
Sejumlah wilayah di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek diprakirakan mengalami cuaca beragam pada Selasa (21/7/2026). Berdasarkan data prakiraan cuaca, beberapa wilayah berpotensi mengalami hujan ringan, sementara wilayah lainnya diprediksi cerah hingga berawan.
Hujan deras mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor, di antaranya Cibinong, pada Sabtu 18 Juli 2026 malam, setelah beberapa hari wilayah tersebut mengalami kekeringan akibat musim kemarau.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan pada 20??"23 Juli 2026. Saat ini, pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari tenggara hingga barat daya dengan kecepatan angin berkisar 7??"25 knot.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut, musim kemarau semakin meluas di berbagai wilayah Indonesia. Meski demikian, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih dapat terjadi secara lokal akibat pengaruh dinamika atmosfer.
Wilayah barat daya Tapachula, Meksiko, diguncang gempa bumi tektonik berkekuatan dahsyat magnitudo 7,3 pada Jumat (17/9/2026) pukul 21.48.41 WIB.
Gempa berkekuatan magnitudo 5,5 mengguncang wilayah Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, pada Sabtu (18/7/2026) pukul 09.23.45 WIB. Gempa tersebut dipastikan tidak berpotensi tsunami.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) pada Sabtu (18/7/2026) didominasi berawan. Namun, hujan ringan berpotensi terjadi di wilayah Jakarta Selatan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menandai peringatan 20 tahun peristiwa tsunami di Pangandaran, Jawa Barat, sebagai refleksi untuk terus membangun ketangguhan masyarakat di wilayah pesisir. Jika tragedi Tsunami Aceh 2004 menjadi titik awal inisiasi pembangunan Sistem Peringatan Dini Tsunami Indonesia (InaTEWS) dari hulu hingga hilir, maka tsunami Pangandaran yang terjadi 2 tahun pasca-tsunami Aceh menjadi tonggak penting percepatan pembangunan InaTEWS hingga akhirnya dapat diresmikan pada 2008.