Kumpulan Berita
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,2 mengguncang wilayah sekitar Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Minggu (16/8/2026) pagi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) dan memicu tsunami pada Sabtu (15/8/2026) disebut memiliki kemiripan dengan gempa dahsyat yang pernah terjadi di wilayah Flores pada 1992.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 235 aktivitas gempa bumi susulan setelah gempa berkekuatan magnitudo (M) 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026).
Korban meninggal dunia akibat gempa M7,7 di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bertambah. Data terbaru, sebanyak 47 orang meninggal dunia dan ratusan rumah mengalami kerusakan.
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan duka cita atas musibah gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026).
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gelombang tsunami setinggi 1,61 meter menerjang Reo, Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), setelah gempa bumi tektonik dangkal magnitudo 7,7 mengguncang wilayah utara Pulau Flores, Sabtu (15/8/2026).
Korban tewas akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58.24 WIB bertambah menjadi 14 orang berdasarkan pemutakhiran data hingga pukul 12.30 WIB. Selain itu, ada dua orang luka berat dan 11 luka ringan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di sejumlah wilayah DKI Jakarta, didominasi kondisi cerah, pada Sabtu (15/8/2026). Namun, masyarakat di Jakarta Selatan perlu mewaspadai potensi hujan ringan.