Kumpulan Berita
Polisi menyebutkan, wanita berinisial K pemilik e-mail yang menyebar teror bom ke 10 sekolah bukan korban pemerkosaan.
Made Budi mengatakan, dari pemeriksaan, terduga pelaku tidak mengaku bahwa dirinya yang memposting dan membuat pesan ancaman yang dikirimkan melalui email tersebut.
Petugas langsung menelusuri satu per satu sekolah hingga ke kelas-kelas untuk mencari benda diduga bom.
Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi, membenarkan adanya informasi ancaman bom tersebut.
Polda Metro Jaya menyatakan telah melakukan pemeriksaan terhadap ibu dari anak berhadapan dengan hukum (ABH), pelaku ledakan di SMA Negeri 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Budi melanjutkan, pemeriksaan terhadap ABH itu turut didampingi oleh sejumlah pihak. Mulai dari ayah, Balai Pemasyarakatan, tim kuasa hukum hingga KPAI.
Tujuannya, memastikan pemeriksaan sesuai prosedur sekaligus menjaga kondisi mental pelaku yang masih di bawah umur.
Polisi mengungkap perkembangan terkini terkait asal-usul bahan yang digunakan anak berkonflik dengan hukum (ABH) untuk merakit bom yang diledakkan di SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara.