Kumpulan Berita

bom.


Megapolitan
14 November 2025

Pascaledakan SMAN 72, Pramono Beri Kebebasan Siswa Belajar Daring-Luring

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan kebebasan bagi siswa SMA Negeri 72 Jakarta untuk memilih metode pembelajaran secara daring maupun tatap muka, menyusul peristiwa ledakan yang terjadi di sekolah tersebut.

Nasional
13 November 2025

Polisi Periksa Ayah ABH Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta, Apa yang Digali?

Polisi telah memeriksa ayah dari anak berkonflik dengan hukum (ABH) yang terlibat dalam kasus ledakan di SMAN 72 Jakarta. Pemeriksaan tersebut dilakukan pada Selasa 11 November 2025.

Megapolitan
13 November 2025

Ledakan di SMAN 72, Pakar: Aksi Ini Ada Kaitannya dengan Radikalisasi Online

Ledakan terjadi di SMAN 72 Jakarta pada Jumat 7 November 2025. Puluhan orang didominasi siswa menjadi korban dan satu orang ditetapkan sebagai anak berhadapan dengan hukum (ABH).

Nasional
11 November 2025

Luka di Kepala, Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta Jalani Operasi

Anak berhadapan dengan hukum (ABH) pelaku ledakan bom di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, mengalami luka akibat bom rakitan sendiri.

Nasional
11 November 2025

Pelaku Ledakan di SMAN 72 Jakarta Ditetapkan Sebagai Anak Berhadapan dengan Hukum

Polisi menetapkan siswa pelaku ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, sebagai anak berhadapan dengan hukum (ABH). Berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku diduga melakukan perbuatan melanggar hukum.

Nasional
11 November 2025

Siswa Pelaku Ledakan di SMAN 72 Dendam sejak Lama, Gabung Grup Kekerasan!

Polisi mengungkap siswa pelaku peledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, merasa tertindas dan menaruh dendam terhadap perlakuan orang-orang kepada dirinya.

Megapolitan
11 November 2025

Puslabfor Polri Ungkap Bom di SMAN 72 Berkekuatan Rendah

Polisi menyampaikan perkembangan terkini terkait ledakan di SMAN 72, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Megapolitan
11 November 2025

Kapolda Metro: Pelaku Ledakan SMAN 72 Jarang Bergaul dan Suka Konten Kekerasan!

Sejauh ini kata dia, penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap 16 orang saksi terdiri dari para korban, guru, pelaku, dan keluarga pelaku.