Kumpulan Berita

BPS


Hot Issue
18 June 2026

Kepala BPS Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Kepulauan Riau dan Sulawesi Selatan

Badan Pusat Statistik (BPS) secara resmi memulai pendataan lapangan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) secara door to door pada 15 Juni 2026. Pendataan ini akan berlangsung selama dua setengah bulan hingga 31 Agustus 2026.

Hot Issue
17 June 2026

Wakil Kepala BPS Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Sumatera Utara dan Sulawesi Tenggara

Badan Pusat Statistik (BPS) mulai pendataan lapangan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) secara serentak di seluruh Indonesia pada Senin, (15/6/2026).

Hot Issue
15 June 2026

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, BPS Ungkap Potret Terbaru Dunia Usaha RI

Sensus ekonomi merupakan amanat undang-undang yang wajib dilaksanakan oleh BPS setiap 10 tahun sekali.

Property
2 June 2026

Okupansi Hotel Meningkat Usai Ramadan dan Lebaran 2026

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis adanya tren pertumbuhan pada tingkat penghunian kamar (TPK) atau okupansi hotel di seluruh Indonesia selama periode April 2026. Momentum kenaikan ini terjadi seiring berakhirnya bulan suci Ramadan serta selesainya masa libur lebaran Idulfitri 2026.

Hot Issue
2 June 2026

Penumpang Kereta Api Naik 7,65%, Moda Transportasi Lain Turun

BPS mencatat tren penurunan jumlah keberangkatan penumpang pada mayoritas moda transportasi publik sepanjang April 2026

Hot Issue
2 June 2026

Neraca Dagang RI Surplus USD89,1 Juta di April 2026

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia surplus USD89,1 juta pada April 2026. Indonesia mengalami surplus neraca dagang selama 72 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

Hot Issue
2 June 2026

Ekspor Indonesia USD25,3 Miliar pada April 2026, Naik 21,9 Persen

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor Indonesia USD25,30 miliar pada April 2026. Angka ekspor ini naik 21,98 persen.

Hot Issue
2 June 2026

Inflasi Mei 2026 Capai 0,28 Persen, Ini Pemicunya

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan tingkat inflasi month-to-month (m-to-m) pada Mei 2026 tercatat sebesar 0,28 persen.