Kumpulan Berita
PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS) membukukan laba bersih sebesar Rp7,57 triliun sepanjang tahun 2025, atau tumbuh 8,02 persen dibandingkan perolehan tahun sebelumnya yang sebesar Rp7,00 triliun.
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) melakukan penyesuaian besar pada anggaran dasar perseroan untuk menyelaraskan statusnya
Penempatan dana pemerintah Rp200 triliun ke Himbara berhasil meningkatkan likuiditas, menurunkan suku bunga, dan memacu persaingan antar bankir dalam penyaluran kredit untuk pemulihan ekonomi.
Ekonom Didik J Rachbini kritik penempatan Rp200 triliun dana negara ke Bank Himbara & BSI. Keputusan ini dinilai melanggar konstitusi & UU karena tidak melalui proses legislasi yang benar. Berpotensi jadi preseden buruk pengelolaan APBN.
BSU 2025 sebesar Rp600.000 kembali disalurkan kepada pekerja. Program ini diperpanjang hingga kuartal ketiga dan keempat. Cek cara pencairan melalui Bank Himbara, BSI, dan PT Pos Indonesia. BSU bertujuan menjaga daya beli masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Susunan direksi dan komisaris terbaru BSI. Anggoro Eko Cahyo menjadi Direktur Utama BSI, sementara Muhadjir Effendy diangkat menjadi Komisaris Utama BSI.
Anggoro Eko Cahyo resmi menjadi Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI.
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI sepakat membagikan dividen tunai Rp1.050.883.246.681 (Rp1,05 triliun) atau 15 persen dari laba bersih 2024.