Kumpulan Berita
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) menetapkan 20 persen dari total laba bersih atau sekitar Rp1,51 triliun sebagai dividen tunai.
PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS) membukukan laba bersih sebesar Rp7,57 triliun sepanjang tahun 2025, atau tumbuh 8,02 persen dibandingkan perolehan tahun sebelumnya yang sebesar Rp7,00 triliun.
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) melakukan penyesuaian besar pada anggaran dasar perseroan untuk menyelaraskan statusnya
Penempatan dana Rp200 triliun di Bank Himbara dan BSI menuai pro dan kontra. Ekonom menyoroti potensi pelanggaran konstitusi, sementara GREAT Institute menilai langkah ini konstitusional dan strategis untuk pemulihan ekonomi nasional.
Ekonom Didik J Rachbini kritik penempatan Rp200 triliun dana negara ke Bank Himbara & BSI. Keputusan ini dinilai melanggar konstitusi & UU karena tidak melalui proses legislasi yang benar. Berpotensi jadi preseden buruk pengelolaan APBN.
BSU 2025 sebesar Rp600.000 kembali disalurkan kepada pekerja. Program ini diperpanjang hingga kuartal ketiga dan keempat. Cek cara pencairan melalui Bank Himbara, BSI, dan PT Pos Indonesia. BSU bertujuan menjaga daya beli masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Harta kekayaan Anggoro Eko Cahyo yang resmi menjadi Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI.
Anggoro Eko Cahyo resmi menjadi Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI.