Kumpulan Berita
Hashim Djojohadikusumo menyatakan, penyediaan rumah layak huni merupakan salah satu bagian penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
BTN mendorong peningkatan kualitas dan keterhunian rumah subsidi seiring dengan perluasan penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP)
Pada periode yang sama, aset BTN mencapai Rp545 triliun, kredit dan pembiayaan Rp418 triliun, serta dana pihak ketiga (DPK) Rp433 triliun.
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menyalurkan berbagai kebutuhan dasar bagi sekitar 320 warga dari tiga dusun yang terdampak bencana.
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) melanjutkan pertumbuhan kinerja positif hingga Juli 2026, sekaligus memperkuat kontribusinya bagi masyarakat. Perseroan bersama entitas anak, Bank Syariah Nasional (BSN), membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp2,51 triliun, meningkat 39,79% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan Rp1,80 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
BTN mengakselerasi Human Capital Strategy 2026-2030 dengan membangun kapasitas, kapabilitas, dan produktivitas SDM.
Implementasi tersebut mencakup aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola yang menjadi pertimbangan dalam menjalankan serta mengembangkan bisnis.
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menjadi penyalur Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi terbesar di Indonesia. Hingga akhir Juli 2026, BTN telah merealisasikan puluhan ribu unit KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), sekaligus memperkuat perannya dalam memperluas akses masyarakat berpenghasilan rendah terhadap hunian layak.