Kumpulan Berita

dana sal.


Hot Issue
15 July 2026

DPR Ingatkan Purbaya Hati-Hati Kelola Dana SAL di Bank Himbara

Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Harris Turino memberikan catatan kritis kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait pengelolaan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) pemerintah yang ditempatkan pada jajaran bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Hot Issue
15 July 2026

Purbaya Ungkap Alasan Tarik Ulur Dana SAL Rp400 Triliun

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan kronologi dan alasan di balik keputusan penarikan serta penempatan kembali dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) pemerintah pada jajaran bank Himbara.

Hot Issue
14 July 2026

Purbaya Ungkap Alasan Pindahkan Dana SAL di Bank Himbara

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan alasan di balik kebijakan memindahkan dana kas negara berupa Sisa Anggaran Lebih (SAL) APBN dari Bank Indonesia (BI) ke Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Hot Issue
26 June 2026

Purbaya Guyur Lagi Dana Cadangan SAL Rp400 Triliun ke Bank Himbara

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memutuskan untuk mengembalikan sekaligus meningkatkan akumulasi penempatan dana dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) pemerintah di jajaran Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) menjadi sekitar Rp400 triliun.

Hot Issue
23 June 2026

Soal Penarikan Dana SAL Rp300 Triliun dari Himbara, Ini Respons Purbaya

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons berkembangnya spekulasi terkait rencana penarikan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) pemerintah yang tengah diparkir di jajaran Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Dana likuiditas tersebut tercatat telah diperpanjang masa penempatannya hingga September 2026 mendatang.

Hot Issue
8 May 2026

Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi dari SAL

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tengah menjajaki pemanfaatan Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebagai salah satu sumber pendanaan untuk Bond Stabilization Fund (BSF). Instrumen ini dirancang sebagai benteng pertahanan guna menjaga stabilitas pasar Surat Berharga Negara (SBN) agar tidak mengalami tekanan berlebihan akibat aksi jual oleh investor asing.