Kumpulan Berita
Keterlibatan organisasi masyarakat (ormas) menjadi sorotan, setelah kerusuhan yang terjadi usai aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR, Jakarta, pada Kamis (27/8/2026) lalu.
Polisi mengungkap sketsa wajah dua terduga pelaku pengeroyokan yang menewaskan seorang warga Pejompongan, Bambang Setiyawan (59), saat kerusuhan demonstrasi pada Kamis (27/8/2026) lalu. Saat ini, polisi masih melakukan pengejaran terhadap kedua terduga pelaku.
Polda Metro Jaya menunjukkan sketsa wajah dua terduga pelaku pengeroyokan yang menewaskan warga Pejompongan, Bambang Setiyawan (59), saat kerusuhan demonstrasi pada Kamis 27 Agustus 2026 lalu. Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, menjelaskan sketsa tersebut dibuat berdasarkan analisis rekaman video dan CCTV yang berada di lokasi kejadian.
Menurutnya, peristiwa kekerasan yang dialami Almarhum Bambang tersebut ada rekamannya, juga ada jenazah korban. Maka itu, kasus yang dialami korban harus diusut secara tuntas.
Puan mengingatkan, DPR RI sejak awal telah meminta agar penyampaian aspirasi dilaksanakan dengan tertib dan tak terjadi keributan serta pengrusakan fasilitas umum.
Polda Metro Jaya memulangkan 273 orang yang sempat ditangkap dalam kerusuhan demonstrasi di DPR pada Kamis 27 Agustus 2026 lalu. Polisi sebelumnya sempat mengamankan 322 orang dalam peristiwa itu.
Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya menangkap pemilik akun Instagram @pemukiman._.setan berinisial AFA. Ia ditangkap buntut penyebaran konten pembuatan bom molotov.
Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Grib Jaya menegaskan tidak terlibat dalam kematian Bambang Setiyawan (60), yang diduga menjadi korban penganiayaan hingga meninggal dunia setelah kericuhan di kawasan Pejompongan pada Kamis 27 Agustus 2026 malam. Divisi Hukum DPP Grib Jaya Wilson Colling mengungkapkan, saat kericuhan pihaknya hanya berada di kawasan Slipi.