Kumpulan Berita
Bank Indonesia (BI) mengungkap penyebab nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS kian melemah dekati Rp16.900 per USD.
Presiden Prabowo Subianto telah menandatangani revisi terbaru mengenai aturan Devisa Hasil Ekspor (DHE).
Rupiah turun 38 poin atau sekitar 0,23 persen ke level Rp16.725 per dolar AS.
Penguatan didorong oleh sentimen global dari pemangkasan suku bunga acuan The Fed dan dukungan sentimen domestik berupa rencana paket kebijakan ekonomi
Transaksi menggunakan mata uang lokal atau Local Currency Transaction (LCT) tembus USD20,19 miliar atau setara Rp336,32 triliun.
Dari sentimen domestik, Presiden Prabowo Subianto memiliki harapan terkait pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)
Tren investasi masyarakat terus menunjukkan peningkatan, tercermin dari pertumbuhan jumlah investor pasar modal
Gejolak harga emas dunia, logam mulia, serta fluktuasi nilai tukar rupiah dalam beberapa hari terakhir dipengaruhi faktor geopolitik