Kumpulan Berita
Serangan terjadi setelah Trump mengatakan akan menunda serangan ke Iran selama lima hari.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Iran saling mengancam gegara Selat Hormuz.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan "melenyapkan" pembangkit-pembangkit listrik Iran jika Teheran tidak membuka kembali Selat Hormuz sepenuhnya dalam waktu 48 jam. Ini merupakan eskalasi signifikan yang terjadi hanya sehari setelah ia sempat berbicara tentang "mengakhiri" perang.
Ia mengatakan, Iran tidak menimbulkan ancaman langsung bagi AS.
Tuntutan Trump tampaknya tidak mendapat dukungan yang diharapkan dari negara-negara Eropa.
Trump bahkan meminta bantuan China, negara yang mendukung Iran dan diizinkan menggunakan akses Selat Hormuz oleh Teheran.
Panas! Timnas Iran Kirim Pesan Nyelekit Balas Saran Donald Trump untuk Mundur dari Piala Dunia 2026
Status Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 pernah dicabut karena menolak Israel. Bagaimana dengan Amerika Serikat?