Kumpulan Berita
Selain aksi guru honorer, puluhan pengemudi ojek online (ojol) juga menggelar demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI, Rabu (20/5/2026) siang. Aksi mereka sempat memanas setelah massa mencoba menutup Jalan Arteri Gatot Subroto.
Pidato Presiden Prabowo Subianto dalam rapat Paripurna DPR RI menempatkan kebijakan strategis Indonesia dalam konteks dinamika ekonomi global. Prabowo menegaskan pentingnya Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF).
Presiden Prabowo Subianto menggunakan falsafah Sunda, saat menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025??"2026 di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Ratusan guru honorer menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI, Rabu (20/5/2026) siang. Akibat aksi tersebut, arus lalu lintas di Jalan Gatot Subroto, tepat di depan kompleks parlemen, mengalami kemacetan parah.
Pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR RI pada Rabu (20/5/2026) menjadi sorotan karena dinilai mencatat tonggak baru dalam praktik ketatanegaraan Indonesia. Untuk pertama kalinya, kepala negara secara langsung menyampaikan pengantar Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027, yang biasanya disampaikan Menteri Keuangan.
Presiden Prabowo Subianto untuk pertama kalinya memaparkan arah kebijakan ekonomi nasional tahun 2027 melalui Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF). Dalam pidatonya, Presiden menyampaikan pendapatan negara dalam APBN 2027 ditargetkan mencapai 11,82 hingga 12,40 persen dari produk domestik bruto (PDB).
Presiden Prabowo Subianto mengaku kerap mendengar kritik yang disampaikan para politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Ia pun merasa pilu sekaligus berterima kasih.
Selain aksi guru honorer, puluhan pengemudi ojek online (ojol) juga menggelar demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI, Rabu (20/5/2026) siang. Aksi mereka sempat memanas setelah massa mencoba menutup Jalan Arteri Gatot Subroto.