Kumpulan Berita
Presiden Prabowo Subianto mengatakan bahwa Indonesia kini menjadi titik terang ekonomi global. Pasalnya, Indonesia berhasil mempertahankan pertumbuhan ekonomi di tengah situasi eksternal yang menantang.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai ekonomi global berada pada fase stabil menuju akhir 2025
Ekonom Perbanas dan UOB, Enrico Tanuwidjaja, menilai situasi dunia saat ini jauh dari kata aman bagi perekonomian.
Presiden Trump umumkan tarif 100% untuk produk China & batalkan pertemuan dengan Xi Jinping. Reaksi atas kontrol ekspor logam tanah jarang Tiongkok. Perang dagang kembali memanas, ekonomi global terancam.
Menteri Investasi Rosan Roeslani optimis Indonesia akan menjadi anggota OECD dalam 2-3 tahun. Hal ini sejalan dengan keterbukaan RI terhadap kerja sama ekonomi global di tengah dinamika geopolitik. Keterlibatan dalam RCEP, IPEF, dan BRICS menunjukkan komitmen penguatan ekonomi nasional.
Harga emas mencetak rekor tertinggi, menembus USD 4.000 per ounce. Pemicunya adalah kekhawatiran ekonomi dan politik global, diperparah oleh shutdown pemerintah AS yang menunda rilis data ekonomi penting. Investor mencari safe haven.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan ketidakpastian ekonomi global mereda. Dengan PMI global positif dan pemulihan manufaktur, ini saatnya industri ekspansi. Turunnya suku bunga The Fed jadi sentimen positif.
Harga minyak mentah Indonesia (ICP) Agustus 2025 turun menjadi USD66,07 per barel akibat peningkatan produksi AS & OPEC+, melemahnya permintaan, potensi perlambatan ekonomi global, dan kebijakan impor AS.