Kumpulan Berita
Wakil Presiden Ke-10 dan Ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) menggelar pertemuan dengan sejumlah ekonom di kediamannya untuk membahas nasib fiskal Indonesia.
Pemerintah terus mendorong penguatan konsumsi domestik sebagai salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional. Berbagai program stimulus, momentum belanja nasional, serta peningkatan mobilitas selama periode hari besar keagamaan diharapkan dapat menjaga daya beli sekaligus memperkuat kinerja ekonomi pada awal tahun.
Sektor jasa keuangan membukukan pertumbuhan yang tinggi sebesar 7,92 persen (yoy) di kwartal 4 tahun 2025 atau mencatat laju tertinggi sejak Juni 2021. Kontribusi sektor keuangan terhadap perekonomian nasional juga terus meningkat, tercermin dari jrasio aset dan produk keuangan Indonesia yang telah mencapai 184 persen terhadap PDB, didukung oleh meningkatnya partisipasi di pasar modal dan diversifikasi produk keuangan yang lebih luas.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan program Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) merupakan instrumen strategis Pemerintah untuk memperkuat rantai pasok nasional, meningkatkan daya saing ekonomi lokal, serta mendorong efisiensi ekonomi yang berkeadilan hingga ke lapisan masyarakat terbawah.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan Indonesia memiliki peluang besar untuk menikmati masa keemasan ekonomi dalam jangka panjang. Menurutnya, fase ekspansi ekonomi yang dimulai pascapandemi Covid-19 pada tahun 2023 berpotensi terus berlanjut hingga sepuluh tahun ke depan, yakni hingga tahun 2033.
Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa arah kebijakan ekonomi Indonesia difokuskan pada pemerataan kesejahteraan
Presiden Prabowo Subianto menyatakan kondisi ekonomi nasional menunjukkan tren positif setelah satu tahun pemerintahan berjalan. Hal itu ditandai dengan meningkatnya konsumsi rumah tangga serta menurunnya angka kemiskinan dan pengangguran di berbagai daerah.
Presiden Prabowo Subianto menyentil pengusaha besar yang kerap meminta restrukturisasi kredit kepada pemerintah. Sentilan itu disampaikan Prabowo dalam pidatonya di acara Indonesia Economic Outlook 2026, di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026)