Kumpulan Berita
Dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang dipaparkan dalam Sidang Kabinet Paripurna (20 Juli 2026) menandai sebuah titik balik fundamental.
Presiden Prabowo Subianto mengakui pemerintahannya kini menghadapi sejumlah permasalahan kompleks yang berada di luar dugaan awal. Hal disampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026).
Keputusan tersebut mendapat respons positif dari pemerintah, Bank Indonesia (BI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
International Monetary Fund (IMF) tetap mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di angka 5,0% untuk tahun 2026 dan 5,1% pada 2027.
Sensus Ekonomi untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi perekonomian Indonesia.
Purbaya memaparkan bahwa pertumbuhan ekonomi makro merupakan cerminan akumulasi geliat aktivitas ekonomi di tingkat akar rumput.
Paket ini disiapkan untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah tantangan global.
Prabowo menyinggung anomali pertumbuhan ekonomi Indonesia yang disebut tumbuh kisaran 5 persen per tahun. Negara kaya tapi rakyat miskin bertambah.