Kumpulan Berita
Respons Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto terhadap peringatan lembaga pemeringkat global menunjukkan upaya stabilisasi cepat, namun masih menyisakan pertanyaan mengenai kredibilitas reformasi struktural jangka panjang.
Sektor jasa keuangan membukukan pertumbuhan yang tinggi sebesar 7,92 persen (yoy) di kwartal 4 tahun 2025 atau mencatat laju tertinggi sejak Juni 2021. Kontribusi sektor keuangan terhadap perekonomian nasional juga terus meningkat, tercermin dari jrasio aset dan produk keuangan Indonesia yang telah mencapai 184 persen terhadap PDB, didukung oleh meningkatnya partisipasi di pasar modal dan diversifikasi produk keuangan yang lebih luas.
Bank Indonesia (BI) mengungkapkan sinergi kebijakan antara Pemerintah dan bank sentral telah berhasil membawa ekonomi Indonesia tumbuh lebih tinggi pada tahun 2025, dan tren positif ini diprediksi akan semakin kuat sepanjang tahun ini.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan Indonesia memiliki peluang besar untuk menikmati masa keemasan ekonomi dalam jangka panjang. Menurutnya, fase ekspansi ekonomi yang dimulai pascapandemi Covid-19 pada tahun 2023 berpotensi terus berlanjut hingga sepuluh tahun ke depan, yakni hingga tahun 2033.
Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa arah kebijakan ekonomi Indonesia difokuskan pada pemerataan kesejahteraan
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto memproyeksikan perekonomian Indonesia bakal naik hingga 8 persen dalam 2 tahun mendatang.
Presiden Prabowo Subianto menyentil pengusaha besar yang kerap meminta restrukturisasi kredit kepada pemerintah. Sentilan itu disampaikan Prabowo dalam pidatonya di acara Indonesia Economic Outlook 2026, di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026)
Presiden Prabowo Subianto dipastikan bakal hadiri sarasehan ekonomi atau Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jumat (13/2/2026)