Kumpulan Berita
Ketua Umum Gaikindo, Putu Juli Ardika mengatakan sektor kendaraan komersial memiliki peran vital dalam menjaga pertumbuhan ekonomi nasional di tengah berbagai tantangan global.
Di tengah meningkatnya ketegangan global akibat Perang Iran 2026, ancaman terhadap Indonesia tidak hanya datang dari sisi ekonomi seperti lonjakan harga minyak atau tekanan terhadap APBN. Ancaman lain yang jauh lebih dalam justru mulai muncul: hilangnya posisi Indonesia dalam perhatian dunia.
Pemerintah terus mendorong penguatan konsumsi domestik sebagai salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional. Berbagai program stimulus, momentum belanja nasional, serta peningkatan mobilitas selama periode hari besar keagamaan diharapkan dapat menjaga daya beli sekaligus memperkuat kinerja ekonomi pada awal tahun.
Bank Indonesia (BI) mengungkapkan sinergi kebijakan antara Pemerintah dan bank sentral telah berhasil membawa ekonomi Indonesia tumbuh lebih tinggi pada tahun 2025, dan tren positif ini diprediksi akan semakin kuat sepanjang tahun ini.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan Indonesia memiliki peluang besar untuk menikmati masa keemasan ekonomi dalam jangka panjang. Menurutnya, fase ekspansi ekonomi yang dimulai pascapandemi Covid-19 pada tahun 2023 berpotensi terus berlanjut hingga sepuluh tahun ke depan, yakni hingga tahun 2033.
Peran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai tulang punggung ekonomi daerah terus menguat, termasuk di Provinsi Kalimantan Tengah yang menjadi salah satu wilayah strategis nasional. Portal Satu Data Kalimantan Tengah mencatat jumlah usaha mikro di provinsi tersebut mencapai sekitar 278.588 unit pada periode 2023??"2024, mencerminkan besarnya basis ekonomi rakyat yang menopang aktivitas produksi, penyerapan tenaga kerja, serta rantai pasok sektor unggulan daerah.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan respons terhadap capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2025 yang mencapai 5,11 persen secara tahunan (year-on-year).
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan respons positif atas rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekonomi nasional tumbuh 5,39 persen pada kuartal IV 2025, yang membawa angka pertumbuhan akumulatif sepanjang tahun 2025 ke level 5,11 persen.