Kumpulan Berita
Presiden Prabowo Subianto menetapkan target pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2027 berada di kisaran 5,8 persen hingga 6,5 persen. Target optimistis tersebut tertuang di dalam dokumen Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Tahun Anggaran 2027 yang dipaparkan langsung oleh Presiden dalam Sidang Paripurna DPR RI, Rabu (20/5/2026).
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani membeberkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama 2026 ini mencapai 5,61 persen meski di tengah berbagai tantangan global.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,61 persen pada kuartal I-2026 dinilai mencerminkan kebijakan pemerintah yang memperhatikan indikator makroekonomi
Konflik di kawasan Timur Tengah, khususnya di sekitar Selat Hormuz, kembali menjadi perhatian global karena memicu lonjakan harga minyak dan meningkatkan volatilitas pasar keuangan.
Pemerintah terus memperkuat agenda hilirisasi industri sebagai bagian dari strategi transformasi ekonomi nasional guna meningkatkan nilai tambah, memperluas kesempatan kerja, serta mendorong daya saing industri dalam negeri di tengah dinamika perekonomian global yang penuh tantangan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menekankan pertumbuhan ekonomi di kuartal II bakal ditopang fundamental ekonomi yang kuat. Sejumlah indikator seperti peningkatan konsumsi rumah tangga hingga realisasi investasi digadang-gadang mempercepat akselerasi perekonomian.
Ketua Umum Gaikindo, Putu Juli Ardika mengatakan sektor kendaraan komersial memiliki peran vital dalam menjaga pertumbuhan ekonomi nasional di tengah berbagai tantangan global.
Di tengah meningkatnya ketegangan global akibat Perang Iran 2026, ancaman terhadap Indonesia tidak hanya datang dari sisi ekonomi seperti lonjakan harga minyak atau tekanan terhadap APBN. Ancaman lain yang jauh lebih dalam justru mulai muncul: hilangnya posisi Indonesia dalam perhatian dunia.