Kumpulan Berita
Kondisi geopolitik global yang ada saat ini menjadi tantangan serius bagi Indonesia, khususnya dalam mencapai ketahanan energi nasional.
Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Patria Sjahrir menyatakan perkembangan teknologi seperti artificial intelligence (AI) ikut mendongkrak permintaan energi. Beberapa perusahaan raksasa teknologi dunia dikabarkan tengah melirik Indonesia untuk memenuhi kebutuhan energi.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan situasi dan kondisi energi global saat ini tengah tidak menentu. Terhambatnya rantai pasok akan berdampak jauh terhadap perekonomian sebuah negara.
Skema pembiayaan inovatif berbasis syariah dinilai menjadi solusi rasional untuk mempercepat investasi energi surya 100 gigawatt (GW) di Indonesia.
Anggota DPR RI Fraksi Golkar, Nurdin Halid, menyoroti capaian Indonesia yang menduduki peringkat kedua sebagai negara paling tahan terhadap krisis energi, sebagaimana laporan terbaru J.P. Morgan.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan prestasi Indonesia yang dinilai sebagai negara dengan ketahanan energi terbaik kedua di dunia.
Tingkat kebutuhan tenaga kerja di industri minyak dan gas (migas) Indonesia sangat tinggi, sehingga diperlukan dukungan tenaga kerja alih daya (manpower outsourcing).
JP Morgan memetakan 52 negara konsumen energi final terbesar di dunia yang secara kolektif mewakili 82 persen konsumsi energi global