Kumpulan Berita
Meningkatnya penggunaan gadget dan aktivitas belajar digital membuat kesehatan mata anak menjadi perhatian yang semakin penting dalam beberapa tahun terakhir.
Di tengah meningkatnya penggunaan gadget pada anak, peran mainan fisik dinilai tetap penting dalam mendukung tumbuh kembang, terutama dalam aspek sosial, motorik, dan kognitif.
Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas) telah diresmikan pada 28 Maret 2029. Aturan ini mewajibkan seluruh platform digital membatasi akses anak sesuai usia serta memperkuat pelindungan data pribadi anak
Secara mengejutkan, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa 10 persen anak di Indonesia mengalami masalah kesehatan jiwa. Penyebabnya adalah penggunaan media sosial berlebihan.
Dokter Konsultan Mata di Mayapada Eye Centre dr. Ucok P. Pasaribu, Sp.M(K) menilai banyak penyakit mata bersifat progresif dan berkembang tanpa gejala awal yang jelas, sehingga kerap baru disadari ketika sudah mengganggu aktivitas sehari-hari.
Di zaman sekarang, banyak orang tua yang memberikan gadget kepada anak mereka saat marah atau menangis. Hal ini membuat penggunaan gadget semakin umum, tetapi berdampak negatif pada kesehatan anak, terutama kesehatan mata mereka.
Indonesia berencana membatasi penggunaan media sosial untuk anak mulai Maret 2026. Hal ini diungkapkan Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid yang menyebutkan bahwa aturan tersebut merupakan bagian dari implementasi PP Tunas (PP No. 17 Tahun 2025) yang saat ini memasuki masa transisi bersama platform digital besar.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid siap menerapkan pembatasan akses media sosial bagi anak berusia 13??"16 tahun. Aturan ini rencananya mulai diberlakukan pada Maret 2026.