Kumpulan Berita

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo.


Hot Issue
17 December 2025

Gubernur BI Soroti Pelemahan Ekonomi Dunia pada 2026 

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo menyatakan bahwa ekonomi dunia dibayangi oleh ketidakpastian tinggi dan risiko pelemahan pada tahun mendatang meski menunjukkan perbaikan jangka pendek.

Hot Issue
17 December 2025

BI Kembali Tahan Suku Bunga di Level 4,75 Persen

Bank Indonesia kembali mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 4,75 persen. Keputusan itu ditetapkan pada Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) 16-17 Desember 2025.

Hot Issue
3 November 2025

BI Prediksi Ekonomi Indonesia Kuartal III-2025 di Atas 5,12 Persen

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2025 akan meningkat dibandingkan dengan kuartal II-2025 yang tercatat sebesar 5,12 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Hot Issue
28 October 2025

BI: R&I Pertahankan Peringkat Indonesia di BBB+ dengan Outlook Stabil

Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa lembaga pemeringkat Rating and Investment Information, Inc. (R&I) pada 24 Oktober 2025 mempertahankan Sovereign Credit Rating (SCR) Republik Indonesia pada peringkat BBB+, dua tingkat di atas investment grade, dengan outlook stabil.

Hot Issue
22 October 2025

BI Minta Perbankan Percepat Transmisi Pelonggaran Suku Bunga

Bank Indonesia (BI) menilai penurunan suku bunga di perbankan masih berjalan lambat, meskipun bank sentral telah melakukan pelonggaran kebijakan moneter secara agresif dan Pemerintah telah menempatkan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) di bank. BI meminta perbankan untuk mempercepat transmisi pelonggaran suku bunga.

Hot Issue
17 September 2025

Reaksi Gubernur BI soal Purbaya Guyur Rp200 Triliun ke Bank Himbara

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo buka suara soal kebijakan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menempatkan dana Rp200 triliun kepada lima bank.

Hot Issue
15 January 2025

Gubernur BI Ungkap Alasan Turunkan BI Rate Jadi 5,75%

Perry Warjiyo mengungkapkan alasan untuk menurunkan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG).