Kumpulan Berita
Kepala Badan Geologi, Lana Saria mengatakan, fenomena tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebut, bahwa kawah Gunung Anak Krakatau diselimuti asap bewarma kelabu dan hitam.
Sementara, aktivitas erupsi juga terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 55,2 milimeter dan durasi sekitar 33 detik.
Berdasarkan data magma Indonesia tercatat, letusan perdana pada Kamis (14/12/2023) ini terjadi pada pukul 05.37 WIB.
Erupsi Gunung Anak Krakatau ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 60 mm dan durasi 20 detik.
Gunung Anak Krakatau 87 Kali Erupsi sejak Awal 2023
Gunung Anak Krakatau kembali mengalami erupsi pagi ini, Senin (27/11/2023) pukul 09.23 WIB.
Sementara itu, Gunung Anak Krakatau pada Minggu (26/11) mengalami empat kali erupsi.