Kumpulan Berita
Fase erupsi menerus Gunung Anak Krakatau selama sekitar 25 jam telah berakhir. Meski aktivitas vulkanik menurun, masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan tersebut diminta tetap waspada, dan tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi.
Sementara itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebut potensi terjadinya letusan masih tinggi.
Aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III (Siaga). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebut potensi terjadinya letusan masih tinggi.
Sejumlah lokasi yang terdampak menjadi sasaran pembersihan agar aktivitas masyarakat tidak semakin terganggu.
Direktorat Jenderal Imigrasi menyatakan, warga negara asing (WNA) yang mengalami pembatalan (cancel flight) maupun pengalihan penerbangan (diverted flight) karena erupsi Gunung Anak Krakatau dapat diberikan Izin Tinggal Keadaan Terpaksa (ITKT).
Dampak sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau telah terdeteksi di Jakarta. Pemprov DKI Jakarta pun langsung bergerak melakukan berbagai upaya untuk menangani dampak sebaran abu tersebut.
Kebutuhan masker meningkat setelah sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau dirasakan warga Jakarta. Di tengah kondisi tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengingatkan pedagang agar tidak menaikkan harga masker secara berlebihan karena barang tersebut menjadi kebutuhan masyarakat.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut dampak sebaran abu vulkanik yang terdeteksi di Ibu Kota mulai menunjukkan kondisi yang membaik. Sehingga, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tak memberlakukan kebijakan Work From Home (WFH) kepada Aparatur Sipil Negara (ASN).