Kumpulan Berita
Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Banten, kembali melakukan pencarian terhadap speedboat yang hilang kontak saat mengangkut delapan orang, termasuk lima jurnalis, di Selat Sunda. Memasuki hari ketiga, area operasi pencarian diperluas.
Polda Metro Jaya mengecek ketersediaan dan harga masker di sejumlah pelaku usaha. Langkah ini dilakukan untuk memastikan stok tetap tersedia serta menjaga stabilitas harga di tengah meningkatnya permintaan masyarakat akibat menyebarnya abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.
Pewarta Foto Indonesia (PFI) meminta Tim Search and Rescue (SAR) gabungan, memperluas pencarian lima jurnalis yang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda. PFI berharap penyisiran tidak hanya dilakukan di laut, tetapi juga mencakup pulau-pulau di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau (GAK).
Gunung Anak Krakatau di Lampung Selatan, Lampung, masih berstatus Level III atau Siaga. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat tiga kali gempa hybrid/fase banyak selama periode pengamatan Kamis (10/9/2026) pukul 06.00 WIB.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad menjelaskan, hal ini dilakukan mengingat arah arus dan angin mengarah ke barat daya.
Kapolda Banten Irjen Hengki mengatakan, sejak menerima informasi tersebut, tim terpadu langsung melakukan upaya pencarian dan hingga hari ini operasi SAR masih terus dilanjutkan.
iNews terus memantau perkembangan pencarian jurnalis iNews Yudistiro Pranoto bersama empat jurnalis lainnya yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau, Banten. iNews juga terus berkoordinasi dengan seluruh pihak yang terlibat dalam proses pencarian untuk memastikan upaya penyelamatan dan pencarian terhadap kelima jurnalis dapat berlangsung secara maksimal.
Tim SAR juga mengerahkan drone thermal, serta berbagai peralatan SAR air, medis, komunikasi, dan peralatan pendukung lainnya untuk cari 5 jurnalis.