Kumpulan Berita
Masyarakat juga diminta mematuhi seluruh rekomendasi resmi yang telah dikeluarkan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bahaya aktivitas vulkanik.
Masyarakat diimbau menjauhi daerah bahaya serta alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dan mematuhi rekomendasi resmi.
Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas vulkanik berupa guguran awan panas pada Rabu (8/7/2026). Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan, guguran awan panas terjadi sekira pukul 11.46 WIB.
Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) menyatakan aktivitas pendakian Gunung Merapi hingga saat ini belum direkomendasikan. Pernyataan tersebut disampaikan menyusul beredarnya video di media sosial yang berisi ajakan untuk kembali membuka jalur pendakian Gunung Merapi.
Gunung Merapi yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah dilaporkan meluncurkan awan panas guguran (APG) pada Rabu (1/7/2026) siang.
Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah memuntahkan awan panas guguran (APG) pada Selasa (23/6/2026) pagi. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat awan panas guguran terjadi pada pukul 06.04 WIB.
Aktivitas Gunung Merapi tercatat masih cukup tinggi.
Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas guguran pada Selasa (9/6/2026) pagi. Berdasarkan laporan pengamatan Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), awan panas guguran terjadi pada pukul 08.59 WIB dengan jarak luncur sekitar 2.000 meter ke arah barat daya atau hulu Kali Sat/Putih.