Kumpulan Berita
Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas guguran pada Selasa (9/6/2026) pagi. Berdasarkan laporan pengamatan Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), awan panas guguran terjadi pada pukul 08.59 WIB dengan jarak luncur sekitar 2.000 meter ke arah barat daya atau hulu Kali Sat/Putih.
Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah terpantau meluncurkan awan panas guguran (APG) pada Senin (1/6/2026) siang. Namun, jarak luncur awan panas tersebut tidak dapat diamati karena puncak gunung tertutup kabut.
Gunung Merapi yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah, meluncurkan dua kali awan panas guguran, pada Minggu (17/5/2026).
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) akan melakukan uji coba Early Warning System (EWS) berupa sirine di kawasan lereng Gunung Merapi, Rabu (29/4/2026) siang. Masyarakat diimbau untuk tidak panik.
Selain itu, banjir lahar juga mengakibatkan satu unit truk terseret arus, satu jembatan terputus, serta tiga jembatan lainnya rusak.
Gunung Merapi mengeluarkan awan panas guguran pada Minggu (1/2/2026) siang, sebagaimana dilaporkan Badan Geologi melalui saluran media sosialnya.
Fenny Rama mengungkapkan, Gunung Merapi dijaga oleh banyak sosok halus yang memegang tugas berbeda.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menyebutkan, Gunung Merapi memuntahkan guguran lava sebanyak 88 kali.