Kumpulan Berita
Gunung Merapi yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah dilaporkan meluncurkan awan panas guguran (APG) pada Rabu (1/7/2026) siang.
Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah memuntahkan awan panas guguran (APG) pada Selasa (23/6/2026) pagi. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat awan panas guguran terjadi pada pukul 06.04 WIB.
Masyarakat diimbau menjauhi area bahaya dan alur sungai yang berhulu ke Merapi.
Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas guguran pada Selasa (9/6/2026) pagi. Berdasarkan laporan pengamatan Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), awan panas guguran terjadi pada pukul 08.59 WIB dengan jarak luncur sekitar 2.000 meter ke arah barat daya atau hulu Kali Sat/Putih.
Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah terpantau meluncurkan awan panas guguran (APG) pada Senin (1/6/2026) siang. Namun, jarak luncur awan panas tersebut tidak dapat diamati karena puncak gunung tertutup kabut.
Gunung Merapi yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah, meluncurkan dua kali awan panas guguran, pada Minggu (17/5/2026).
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) akan melakukan uji coba Early Warning System (EWS) berupa sirine di kawasan lereng Gunung Merapi, Rabu (29/4/2026) siang. Masyarakat diimbau untuk tidak panik.
Selain itu, banjir lahar juga mengakibatkan satu unit truk terseret arus, satu jembatan terputus, serta tiga jembatan lainnya rusak.