Kumpulan Berita
Masyarakat diimbau menjauhi area bahaya dan alur sungai yang berhulu ke Merapi.
Aktivitas Gunung Merapi tercatat masih cukup tinggi.
Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas guguran pada Selasa (9/6/2026) pagi. Berdasarkan laporan pengamatan Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), awan panas guguran terjadi pada pukul 08.59 WIB dengan jarak luncur sekitar 2.000 meter ke arah barat daya atau hulu Kali Sat/Putih.
Gunung Merapi yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah, meluncurkan dua kali awan panas guguran, pada Minggu (17/5/2026).
Gunung Merapi di perbatasan DI Yogyakarta dan Jawa Tengah meluncurkan awan panas guguran sejauh 2 kilometer ke arah barat daya pada Kamis (14/5/2026) dini hari. Aktivitas tersebut teramati pada pukul 00.58 WIB.
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) akan melakukan uji coba Early Warning System (EWS) berupa sirine di kawasan lereng Gunung Merapi, Rabu (29/4/2026) siang. Masyarakat diimbau untuk tidak panik.
Gunung Merapi mengeluarkan awan panas guguran pada Minggu (1/2/2026) siang, sebagaimana dilaporkan Badan Geologi melalui saluran media sosialnya.
Sejumlah peristiwa penting terjadi baik dalam maupun luar negeri pada tanggal 26 Oktober setiap tahunnya.