Kumpulan Berita
Harga minyak mentah dunia naik 3 persen pada perdagangan Senin (13/7/2026). Harga minyak meroket dipicu perang Amerika Serikat (AS)-Iran kembali memanas.
Harga minyak mentah Brent, yang menjadi acuan global, turun 4 persen menjadi USD83,81 per barel.
Prospek harga minyak dunia kembali menjadi sorotan dalam Panel Energi yang berlangsung pada ajang St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF) 2026. Sejumlah tokoh energi global memperkirakan harga minyak masih berpotensi bergerak tinggi dalam setahun ke depan, terutama akibat ketidakpastian geopolitik di kawasan Timur Tengah dan risiko gangguan pasokan global.
Presiden Prabowo Subianto bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia terus berupaya menjaga ketahanan energi
APBN masih mampu menopang fluktuasi harga minyak sehingga kebijakan harga BBM tetap terjaga stabil.
Bahlil menjelaskan harga minyak dunia saat ini telah melampaui asumsi APBN 2026 di level USD70 per barel.
Kenaikan harga minyak yang kini menembus USD116 per barel berpotensi mendorong pembengkakan subsidi dan kompensasi energi.
Harga minyak dunia melonjak ke level tertinggi dalam hampir dua minggu. Harga minyak mentah Brent pada perdagangan Senin pagi naik lebih dari 3 persen mencapai lebih dari USD116 per barel.