Kumpulan Berita
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan lonjakan harga minyak dunia hingga menyentuh level USD100 per barel masih berada dalam koridor Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pemerintah pun memastikan tetap mampu mengelola dampaknya, termasuk menjaga stabilitas subsidi energi.
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah berpotensi mengganggu pasokan minyak dunia, yang dapat memicu kelangkaan hingga lonjakan harga bahan bakar minyak
Sensitivitas fiskal Indonesia terhadap harga minyak cukup tinggi karena saat ini Indonesia berstatus sebagai negara net importir minyak.
Kenaikan ini dipicu meningkatnya serangan Iran terhadap fasilitas minyak dan transportasi di berbagai wilayah Timur Tengah
Minyak Brent tercatat turun 8% menjadi USD91,05 per barel
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan belum akan mengubah Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menyusul masih berfluktuasinya harga minyak dunia.
Kondisi stok energi domestik yang dikonfirmasi masih berada dalam zona aman oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Kenaikan tersebut dipicu oleh pemangkasan pasokan minyak oleh Arab Saudi dan anggota OPEC di tengah konflik Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran.