Kumpulan Berita
Penempatan dana pemerintah Rp200 triliun ke Himbara berhasil meningkatkan likuiditas, menurunkan suku bunga, dan memacu persaingan antar bankir dalam penyaluran kredit untuk pemulihan ekonomi.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa akan melanjutkan inspeksi mendadak (sidak) secara acak ke bank-bank milik negara atau Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), menyusul kunjungannya yang viral ke kantor pusat BNI pada Senin (29/9/2025).
Pemerintah mengalihkan Rp200T ke Himbara. Penggunaan dana ini harus diawasi agar tak ke energi fosil, memicu kredit macet. Energi terbarukan harus jadi prioritas untuk capai target 100% energi terbarukan dan ciptakan lapangan kerja hijau. ESG penting!
Pemerintah berencana mengucurkan dana Rp200 triliun ke Himbara. BCA menyambut baik kebijakan ini sebagai stimulus positif untuk mendorong ekonomi. Diharapkan menumbuhkan optimisme di pasar.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mengalirkan Rp200 triliun ke perbankan dari SAL dan SiLPA untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja. Langkah ini diharapkan memicu kredit dan investasi, khususnya di sektor konstruksi dan UMKM.
Aturan pembiayaan Kopdes Merah Putih rampung! Juklak dan Juknis segera terbit, memungkinkan Kopdes mengakses pembiayaan dari Himbara mulai Agustus-September. Prioritas pada Kopdes dengan sarana dan ekosistem bisnis yang memadai.
Pemerintah menunjukkan empat bank Himbara yakni BRI, BNI, Mandiri, dan Bank Syariah Indonesia (BSI), untuk menyalurkan kredit murah kepada 80.081 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Cara membuka rekening Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) secara online demi mencairkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2025 Rp600.000.