Kumpulan Berita
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan bijak dalam menerima berbagai informasi yang beredar, khususnya di media sosial (medsos).
Komisioner KPI Pusat, Tulus Santoso, mengatakan, kegagalan masyarakat memanfaatkan ruang digital dengan maksimal lantaran kurangnya literasi sejak dini.
Agus menyatakan, pihaknya terus melakukan patroli di daerah untuk memberikan keamanan pada masyarakat.
Polda Metro Jaya memeriksa 28 penggiat media sosial yang mengelola 37 akun, yang terindikasi berkaitan dengan penyebaran konten provokatif, destruktif, dan hoaks sepanjang Juni hingga Agustus 2026.
Informasi yang tidak benar berpotensi menimbulkan kepanikan, rasa takut, hingga memengaruhi aktivitas masyarakat meskipun kondisi di lapangan belum tentu sesuai dengan narasi yang beredar.
Pemerintah juga memastikan bahwa kondisi keamanan nasional saat ini tetap aman dan terkendali.
Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) perlu memperkuat pengawasan terhadap ruang digital nasional. Sebab, penyebaran hoaks, disinformasi, fitnah, dan perang narasi di media sosial semakin masif sehingga berpotensi mengganggu persatuan bangsa apabila tidak ditangani secara serius.
Dia menambahkan, jika ada bukti pemesan merupakan penyelenggara negara yang menggunakan uang negara, jeratan pasal baru akan diterapkan.