Kumpulan Berita
Pasar keuangan domestik langsung disambut sentimen negatif pada pembukaan perdagangan awal pekan, Senin (8/6/2026). Nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau langsung terkapar, tertekan hebat hingga menembus level psikologis baru di atas Rp18.100 per dolar Amerika Serikat (AS) dan mencetak rekor terendah dalam sejarah.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka turun 1,94 persen ke level 5.586 pada hari ini, Senin (8/6/2026).
Pasar saham domestik diproyeksikan masih menghadapi jalan terjal pada pekan perdagangan 8-12 Juni 2026. Setelah turun dan mencatatkan koreksi tajam sebesar -8,69 persen pada pekan sebelumnya (2-5 Juni), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih minim sentimen pendorong dan dibayangi oleh tren penurunan (bearish) yang cukup kuat.
Sebagian persepsi negatif terhadap data ekonomi Indonesia tidak sepenuhnya benar.
Prasetyo juga menilai komunikasi Bank Indonesia kepada publik di tengah pelemahan rupiah telah dilakukan secara berkelanjutan.
Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sejumlah saham yang menjadi penghuni top gainers selama perdagangan sepekan periode 2-5 Juni 2026
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali anjlok lebih dari 4 persen pada perdagangan Kamis 4 Juni 2026. IHSG anjlok 4,21 persen ke 5.693,48. Bahkan, IHSG menyentuh level terendah ke 5.644.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi menyatakan kondisi pasar modal saat ini dalam fase tekanan, yang bersumber dari sentimen global dan domestik.