Kumpulan Berita
Presiden Prabowo Subianto bercerita Indonesia menolak tawaran pinjaman atau utang dari Dana Moneter Internasional (IMF).
Presiden Prabowo Subianto mengaku kaget Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ditawari pinjaman oleh International Monetary Fund (IMF).
Presiden Prabowo Subianto bercerita Indonesia mendapat tawaran pinjaman atau utang dari Dana Moneter Internasional (IMF). Namun, pemerintah menolak tawaran tersebut.
International Monetary Fund (IMF) tetap mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di angka 5,0% untuk tahun 2026 dan 5,1% pada 2027.
International Monetary Fund (IMF) mencatat sejumlah negara masih memiliki utang besar per 1 Juni 2026
Bank Indonesia (BI) menyebut posisi cadangan devisa (cadev) nasional berada dalam kondisi yang sangat kokoh dan lebih dari cukup untuk menjaga ketahanan serta stabilitas moneter dalam negeri. Penegasan ini dikeluarkan guna memberikan kepastian pada pasar di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi global.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa Indonesia baru saja mendapatkan tawaran pinjaman besar dari Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia (World Bank). Tawaran dana segar senilai USD25 miliar hingga USD30 miliar tersebut diajukan untuk mengamankan stabilitas fiskal nasional di tengah memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap tangguh di tengah eskalasi tensi geopolitik dan ketidakpastian global. Hal tersebut disampaikan Menkeu dalam rangkaian Pertemuan Musim Semi (Spring Meeting) IMF dan Grup Bank Dunia yang berlangsung pada 13-17 April 2026 di Washington DC, Amerika Serikat.