Kumpulan Berita
International Monetary Fund (IMF) mencatat sejumlah negara masih memiliki utang besar per 1 Juni 2026
Bank Indonesia (BI) menyebut posisi cadangan devisa (cadev) nasional berada dalam kondisi yang sangat kokoh dan lebih dari cukup untuk menjaga ketahanan serta stabilitas moneter dalam negeri. Penegasan ini dikeluarkan guna memberikan kepastian pada pasar di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi global.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan Indonesia baru saja mendapatkan tawaran pinjaman besar dari Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia (World Bank).
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap tangguh di tengah eskalasi tensi geopolitik dan ketidakpastian global. Hal tersebut disampaikan Menkeu dalam rangkaian Pertemuan Musim Semi (Spring Meeting) IMF dan Grup Bank Dunia yang berlangsung pada 13-17 April 2026 di Washington DC, Amerika Serikat.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pimpinan International Monetary Fund (IMF) menyodorkan pinjaman kepada pemerintah Indonesia. Tawaran utang ini disebut sebagai bantalan fiskal bagi RI guna bertahan di tengah ketidakpastian global.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pimpinan International Monetary Fund (IMF) menyodorkan pinjaman kepada pemerintah Indonesia. Tawaran utang ini disebut sebagai bantalan fiskal bagi RI guna bertahan di tengah ketidakpastian global.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menekankan kondisi fiskal Indonesia saat ini dalam batas aman. Sehingga tidak perlu menaikkan pajak kelas pekerja demi menjaga defisit di bawah 3 persen seperti yang diusulkan Dana Moneter Internasional atau IMF.
IMF memuji ekonomi Indonesia. Bahkan, IMF baru-baru ini menggambarkan Indonesia sebagai titik terang global dengan pertumbuhan ekonomi yang kuat