Kumpulan Berita
Pengusaha properti dapat dikatakan ikut terdampak dengan adanya pandemi virus corona atau Covid-19 yang ada di wilayah Indonesia.
Pertumbuhan di triwulan III dan IV naik lagi dan diproyeksikan triwulan III dan IV menjadi 1,3% dan 2,4%
Penjualan properti di tengah pandemi virus corona atau Covid-19 secara umum mengalami penurunan.
Para pengembang harus mengalihkan biayanya untuk melakukan pemasaran digital di tengah sulitnya menjual produk properti.
Angka kredit macet atau non-performing loan (NPL) di sektor properti terhitung masih di dalam batas aman.
Pengembang properti harus fokus terhadap penjualan rumah, apartemen dan ruko yang di bawah Rp1 miliar.
Sektor properti diproyeksi bisa bergairah kembali pasca Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga.
Australia kini menyiapkan bantuan tunai senilai 25.000 dolar Australia (sekitar Rp250 juta) kepada warganya yang ingin merenovasi rumah.