Kumpulan Berita
IHSG mengalami penurunan signifikan di awal September 2025, anjlok 2,69% ke level 7.620. Pelemahan ini dipicu oleh koreksi di hampir semua sektor. Simak analisis mendalam dan dampaknya bagi investor.
IHSG diprediksi melemah di awal September 2025 akibat demo mahasiswa dan pekerja. Sentimen global juga mempengaruhi. Analis rekomendasikan saham ANTM, HRTA, SIDO. Investor perlu cermati level support 7.700-7.800.
Aksi demo berdampak pada ekonomi Indonesia. IHSG anjlok, Rupiah tertekan, modal asing keluar, bisnis tutup. Pengusaha waspada, ruang dialog dibutuhkan demi stabilitas ekonomi nasional. Ekonomi dunia sedang tidak baik-baik saja. Pertahanan terbaik kita adalah penguatan ekonomi domestik
HIPMI menyerukan pemerintah dan DPR untuk membuka ruang dialog dengan masyarakat demi meredam kekecewaan publik di tengah pelemahan IHSG dan Rupiah. Aliran modal asing keluar dan kapitalisasi pasar bursa saham menguap.
Proyek Lapangan Abadi Blok Masela memasuki tahap FEED dan ditargetkan berproduksi pada 2029. Proyek ini diharapkan menghasilkan 9,5 juta ton LNG per tahun, serta gas pipa dan kondensat minyak. Pemerintah mendukung percepatan proyek ini melalui fleksibilitas peraturan dan perizinan.
Lotte Chemical Indonesia (LCI) memulai produksi naphtha cracker di Cilegon, Banten. Investasi Rp60 triliun ini mengurangi impor, mendorong kemandirian petrokimia, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat industri hilir.
IHSG mengalami penurunan signifikan, anjlok 1,53% ke level 7.830 pada penutupan perdagangan. Mayoritas sektor mengalami koreksi, dengan ratusan saham mencatatkan penurunan harga. Transaksi mencapai Rp22,7 triliun. Investor perlu waspada terhadap volatilitas pasar.
OJK mendelegasikan wewenang perizinan pasar modal ke daerah melalui SPRINT untuk mempercepat proses dan mendorong perkembangan sektor PMDK di daerah. Layanan lebih dekat, cepat, dan efisien untuk ekonomi nasional.