Kumpulan Berita
Target militer AS dan Israel di beberapa negara Teluk telah menjadi sasaran tembakan rudal Iran.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyayangkan gagalnya perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang berujung pada eskalasi militer di kawasan Timur Tengah. Presiden Prabowo Subianto pun disebut siap untuk memediasi negara yang berkonflik.
Iran menegaskan bahwa sudah tidak ada garis merah yang menghalangi Iran untuk menargetkan semua aset AS dan Israel.
Gambar-gambar di media sosial memperlihatkan asap dari sejumlah lokasi di Israel dan Bahrain.
Iran menegaskan PBB untuk mengambil tindakan atas tindakan AS dan Israel yang telah berkali-kali melanggar hukum internasional.
Operasi ini diperkirakan akan jauh lebih besar dari serangan AS ke Iran pada Juni 2025.
Ledakan pertama terdengar di dekat kantor Ayatollah Khamenei, meski belum diketahui apakah sang pemimpin berada di lokasi saat itu.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Heni Hamidah menegaskan, status Siaga 1 bagi WNI yang berada di Iran masih diberlakukan. Pemerintah telah menyiapkan rencana kontingensi serta berbagai opsi jalur evakuasi darurat.