Kumpulan Berita
Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) memperbarui basis data korban perang, pada Kamis 30 Juli 2026, dengan mencatat tambahan 11 personel militer yang terluka dalam konflik dengan Iran. Dengan pembaruan tersebut, jumlah tentara AS yang mengalami luka kini mencapai 653 orang.
Arab Saudi menegaskan bahwa serangan militer yang baru-baru ini dilakukan di wilayah Irak tidak ditujukan kepada pemerintah maupun rakyat Irak. Operasi tersebut disebut hanya menyasar milisi teroris yang didukung Iran dan bertanggung jawab atas serangan terhadap wilayah Kerajaan.
CENTCOM mengatakan serangan ini menargetkan puluhan fasilitas Garda Revolusi Iran, termasuk pusat komando,
Iran mengklaim telah melancarkan serangan terhadap sejumlah aset militer Amerika Serikat di Bahrain, Yordania, dan Kuwait sebagai aksi balasan atas serangan terbaru Washington terhadap Teheran.
Iran menyebut usulan itu tidak membahas mengenai sengketa Selat Hormuz.
Suara ledakan hebat juga terdengar di Kota Ahvaz. Dalam serangan tersebut, empat orang tewas dan lima lainnya terluka.
Kementerian Kesehatan Iran mengklaim sedikitnya 50 orang tewas dan lebih dari 500 lainnya terluka akibat serangan Amerika Serikat sejak 6 Juli. Data tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan antara Teheran dan Washington.
Pemerintah Iran menyatakan menangguhkan komitmennya terhadap Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) Islamabad dengan Amerika Serikat. Keputusan itu diambil setelah Teheran menuding Washington melanggar seluruh komitmen dalam kesepakatan tersebut di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara.