Kumpulan Berita
Para pelayat menyerukan pembalasan dan meneriakkan slogan "Matilah Amerika".
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menuduh Amerika Serikat melancarkan serangan yang menghantam infrastruktur strategis di Iran, termasuk jembatan pada jalur menuju Kota Mashhad.
Militer Amerika Serikat (AS) kembali melakukan gelombang serangan terhadap Iran pada Rabu 8 Juli 2026. Serangan itu terjadi beberapa jam setelah Presiden Donald Trump mengatakan bahwa kesepakatan sementara untuk mengakhiri perang telah berakhir.
Militer Iran menyatakan akan memberikan "balasan yang menghancurkan" terhadap serangan yang dilancarkan Amerika Serikat di wilayah selatan Iran. Pernyataan tersebut disampaikan Markas Besar Pusat Khatam-al-Anbiya, yang mengutuk keras aksi militer AS dan menyebutnya sebagai tindakan agresi yang terang-terangan.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian dilaporkan meninggalkan Irak untuk kembali ke Teheran setelah terjadi serangan udara Amerika Serikat di sejumlah wilayah strategis Iran.
Sejumlah ledakan dilaporkan mengguncang beberapa wilayah strategis di Iran, termasuk Pulau Qeshm, Sirik, dan Bandar Abbas, yang berada di sekitar Selat Hormuz. Media pemerintah Iran melaporkan serangan tersebut diduga dilakukan oleh Amerika Serikat.
Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengungkapkan, dirinya menghadiri pemakaman mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei di Masyhad, Iran, Kamis 9 Juli 2026 bukan sebagai Ketua MPR, melainkan utusan khusus Presiden. Hal itu, ia tegaskan merespons kritik yang bermunculan.
Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono bersama Ketua MPR RI Ahmad Muzani direncanakan menghadiri upacara pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 9 Juli 2026.