Kumpulan Berita
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) terus memantau perkembangan situasi keamanan di Iran menyusul meningkatnya eskalasi dan ancaman konflik, setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mempertimbangkan opsi serangan terbatas terhadap negara tersebut.
Status siaga 1 telah diberlakukan Kemlu RI di Iran sejak Juni 2025.
Trump telah memberi waktu 10 hari bagi Iran untuk mencapai kesepakatan nuklir.
Putaran kedua pembicaraan antara Iran dan Amerika Serikat (AS), yang bertujuan untuk menyelesaikan perselisihan terkait program nuklir Teheran, telah dimulai di Jenewa, Swiss.
Militer Amerika Serikat (AS) tengah mempersiapkan kemungkinan operasi militer berkelanjutan selama berminggu-minggu terhadap Iran jika Presiden Donald Trump memerintahkan serangan.
Rekomendasi ini muncul setelah AS dan Iran mengadakan pertemuan di Oman pada hari Jumat.
Khamenei memperingatkan, setiap serangan terhadap negaranya akan mengakibatkan "perang regional"
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei kembali muncul ke publik untuk pertama kalinya setelah berminggu-minggu dilanda kerusuhan.