Kumpulan Berita
Ade Armando dan Permadi Arya alias Abu Janda dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan penghasutan dan provokasi buntut potongan ceramah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK). Lantas, apa respons keduanya terkait laporan tersebut?
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK), menegaskan ceramahnya di masjid kawasan Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tengah menjadi sorotan merupakan refleksi dan fakta peristiwa konflik komunal di Poso dan Ambon. Menurutnya, tak ada niat untuk menistakan agama sebagaimana yang difitnahkan terhadap dirinya.
Sejumlah tokoh agama yang pernah terlibat langsung dalam proses perdamaian Perjanjian Malino I dan Perjanjian Malino II turut hadir dalam pertemuan tersebut.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar, M. Sarmuji, turut merespons pernyataan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) yang mengungkit punya jasa besar bagi Joko Widodo (Jokowi) untuk menjadi Presiden ke-7 RI.
Razman Arif Nasution selaku kuasa hukum Manajemen Buku Gibran End Game Arief Ikhsan, meminta mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) tidak terpancing dan melihat persoalan secara utuh. Hal itu dilontarkan sebagai respons dari konferensi JK terkait dugaan penistaan agama atas ceramahnya di masjid kawasan Universitas Gadjah Mada (UGM).
Jubir mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK), Abdullah Husein menegaskan, JK tidak emosional saat menyampaikan klarifikasinya terkait dugaan penistaan agama. Di mana, JK juga menyinggung soal perannya dalam pencalonan Joko Widodo (Jokowi) sebagai presiden.
Menurutnya, ceramahnya di masjid UGM tersebut berbicara tentang perdamaian.
Bahkan, JK sampai dilaporkan ke polisi soal dugaan penistaan agama usai menyinggung ijazah Jokowi.