Kumpulan Berita
Menhut mengatakan bahwa kemampuan Inodnesia dalam menanggulangi Karhutla semakin baik.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat masih adanya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai bencana paling dominan di Indonesia pada periode 11??"12 Juni 2026. Provinsi di Sumatera dan Kalimantan tercatat memiliki titik api aktif yang terus ditangani tim gabungan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi Indonesia akan mengalami musim kemarau yang lebih panjang dan kering pada 2026. Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus mendatang.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi fenomena El Nino mulai terjadi pada pertengahan 2026. BMKG pun mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Periode Juni hingga Agustus diperkirakan memasuki fase kemarau dan fenomena Super El Nino yang berpotensi meningkatkan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mensupervisi pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menangani darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Sumatera Selatan.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kejadian bencana pada periode 21??"22 April 2026. Hasil pencatatan menunjukkan bahwa bencana hidrometeorologi masih mendominasi kejadian di Tanah Air.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menegaskan pentingnya langkah proaktif dalam mitigasi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui intervensi berbasis sains.