Kumpulan Berita
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), masih menjadi bencana yang paling dominan di berbagai wilayah Indonesia pada akhir pekan ini. Selain karhutla, sejumlah daerah juga dilanda banjir, tanah longsor, dan kekeringan akibat cuaca kering.
Potensi Karhutla meningkat selama musim kemarau.
Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi dan transportasi akibat kabut asap. Karena itu, pencegahan sejak dini menjadi kunci untuk meminimalkan dampak yang lebih luas selama musim kemarau.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkap sejumlah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Pulau Jawa. Kebakaran yang berlangsung pada Jumat 10 Juli 2026 itu menghanguskan sekitar 8 hektare lahan di sejumlah lokasi.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyebutkan, berdasarkan rangkuman kejadian bencana dalam periode pemantauan Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BNPB pada 9 Juli 2026 pukul 07.00 WIB hingga 10 Juli 2026 pukul 07.00 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan seluruh jajarannya, untuk mengoptimalkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau.
Ancaman karhutla dan kekeringan biasanya meningkat pada periode bulan Juni, Juli, dan Agustus.
Karhutla terjadi di Provinsi Kalimantan Selatan dan Jawa Tengah pada Sabtu, 20 Juni.