Kumpulan Berita
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, telah berdampak pada area sekitar 742,70 hektare hingga Senin (10/8/2026).
Dalam penanganan Karhutla ini, pemerintah disebut Djamari telah mengerahkan sejumlah kekuatan yang dimiliki. Salah satunya melalui operasi udara maupun darat.
Aktivitas Gunung Bromo masih berada pada Level II (Waspada) hingga Minggu (9/8/2026). Meski, kawasan sekitar gunung tersebut dilanda kebakaran hutan sejak 3 Agustus 2026.
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Gunung Bromo, Provinsi Jawa Timur, sejak Senin 3 Agustus 2026 pukul 17.00 WIB. Hingga Rabu 5 Agustus 2026 pukul 16.45 WIB, luas lahan terbakar mencapai kurang lebih 60 hektare yang berada di wilayah Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Malang.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mendukung penanganan darurat bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan (Sumsel). Operasi berlangsung selama tujuh hari, mulai 4 hingga 10 Agustus 2026, menyusul meningkatnya jumlah titik panas di wilayah tersebut.
Sedikitnya lima hingga enam personel Dinas Kehutanan Kalimantan Tengah dilaporkan tumbang akibat kelelahan dan paparan asap setelah hampir sebulan berjibaku memadamkan api yang terus meluas.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Kalimantan Tengah. Selain mengoptimalkan pemadaman di darat, BNPB juga meningkatkan dukungan udara melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dengan menambah armada pesawat, memastikan ketersediaan bahan semai, hingga membuka kemungkinan operasi dilakukan pada malam hari.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 34 kejadian bencana terjadi di berbagai wilayah Indonesia dalam periode Jumat (31/7) pukul 07.00 WIB hingga Sabtu (1/8) pukul 07.00 WIB. Dari jumlah tersebut, 31 kejadian dilaporkan berdampak signifikan.