Kumpulan Berita
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi fenomena El Nino mulai terjadi pada pertengahan 2026. BMKG pun mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Periode Juni hingga Agustus diperkirakan memasuki fase kemarau dan fenomena Super El Nino yang berpotensi meningkatkan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mensupervisi pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menangani darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Sumatera Selatan.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kejadian bencana pada periode 21??"22 April 2026. Hasil pencatatan menunjukkan bahwa bencana hidrometeorologi masih mendominasi kejadian di Tanah Air.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menegaskan pentingnya langkah proaktif dalam mitigasi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui intervensi berbasis sains.
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Kelurahan Mansapa, Kecamatan Nunukan Selatan, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, pada Sabtu 18 April 2026. Peristiwa tersebut menghanguskan lahan seluas kurang lebih tiga hektare.
Banjir di Grobogan berdampak terhadap 475 kepala keluarga dengan 475 unit rumah terdampak.
Berdasarkan analisis terbaru BMKG, musim kemarau 2026 diprediksi berlangsung pada periode April hingga September dengan karakteristik yang lebih kering dari normal.